Menurut Kantor Berita ABNA, Pejabat Penasihat Hubungan Internasional Rahbar Doktor Ali Akbar Velayati malam Senin (3/9) lalu mengeluarkan pernyataan yang membantah berita dusta yang disiarkan Media Inggris BBC London dan juru bicara PBB Martin Nesirky  yang menafikan pengakuan Ban Ki Moon tentang peranan Ayatullah Khamenei di timur Tengah.

Berikut adalah pernyataan dari pejabat Dr. Velayati: 

Dengan Nama Allah Ta'ala

Apa yang Dr. Velayati nukilkan dari ucapan Sekjen PBB ketika pertemuannya bersama pemimpin revolusi Islam Iran sebenarnya adalah kata-kata pribadi Ban Ki moon . Selain itu audio visual pertemuan yang dihadiri para wartawan ini juga telah merekamnya.

Dalam pertemuan tersebut, Sekjen PBB menyatakan kepada Ayatullah Ali Khamenei seperti berikut:

"Sebagai pemimpin tertinggi dan pemimpin agama yang bukan hanya di Iran, bahkan di daerah kawasan ini, anda mampu memainkan peranan yang sangat penting."

Pada bagian lain perkataanya, Ban Kii-moon menyatakan:

Anda mempunyai peranan penting, anda telah memainkan peranan dalam situasi di Lebanon dan Irak. Saya tahu anda memberikan banyak tumpuan terhadap situasi di Bahrain.

Ini semua kawasan yang telah dimainkan peranan oleh Iran, dan Iran juga akan memainkan peranan pentingnya di masa depan.

Hari ini saya ingin memusatkan perhatian terhadap Suriah. Salah satu tujuan kedatangan saya bertemu dengan anda adalah untuk meminta anda menggerakkan pengaruh sebanyak mungkin untuk menyelesaikan krisis di Suriah.

Saya rasa dalam kawasan ini, hanya Iran yang dapat memainkan peranan yang sangat penting tersebut..."

Para pegawai PBB sepatutnya memahami nasihat pemimpin tertinggi revolusi agar tidak menuruti kata-kata Amerika Serikat, dan tidak menafikan kenyataan jelas Sekjen PBB ini.

Pejabat Dr. Ali Akbat Velayati

Penasihat Bidang Hubungan Internasional Pemimpin Tertinggi (Rahbar)

Dr. Ali Velayati setelah Konferensi GNB berkata, "Sekjen PBB tidak hanya mengeluarkan pernyataan bahwa Ayatullah Khamenei adalah pemimpin Iran, bahkan beliau juga mengatakannya sebagai pemimpin agama Islam di seluruh dunia."

Media Barat yang tidak mampu mencegah berlangsungnya pertemuan KTT GNB di Tehran, telah mengambil langkah mengurangi jam siaran dan memberikan informasi yang tidak benar mengenai jalannya pertemuan GNB agar masyarakat internasional kurang memberi perhatian terhadapnya.